Membahas semua yang berhubungan dengan Facebook dan seputar bisnis online

Bongkar Rahasia ! Produk Laris Karena Target Market Yang Sesuai

Bongkar Rahasia ! Produk Laris Karena Target Market Yang Sesuai

Menjalankan bisnis bukan semata-mata punya produk. Kebanyakan pemula sangat fokus pada produk. Setiap yang akan baru memulai biasanya sibuk mencari produk yang bisa dijual. Sehingga setelah punya produk tidakada yang membeli karena memang produk itu tidak dibutuhkan oleh pasar.

Karena bisnisnya ingin cepat berjalan sehingga memangkas proses penting yang seharusnya dilakukan ketika akan memulai bisnis. Perlu diingat, sebelum memulai bisnis, selain produk sebenarnya ada hal yang paling penting yang dilupakan kebanyakan pemula. Yaitu menganalisa pembeli atau market. 

Bukan hanya sekedar tahu produk ini akan dibeli oleh siapa, tetapi kita harus menggali lebih dalam tentang target market kita agar penjualan kita terarah dan tidak menjual dan menawarkan secara serampangan yang mana hasilnya akan membuat kita kapok untuk menjalankan bisnis.

Berikut ini cara mendapatkan target market yang sesuai dengan produk kita sehingga produk kita laris.

Market Survey

Jelas sekali tujuan dari market survey ini adalah agar Anda tahu dulu market Anda siapa, umur mereka berapa, apa interest mereka, channel apa yang biasanya mereka pakai apakah instagram, facebook,twitter atau youtube. Kemudian Anda juga harus menggali kenapa mereka tidak membeli, atau alasan penolakan mereka apa, lalu apa masalah mereka yang ingin Anda selesaikan.

Jadi Anda harus benar-benar mendefinisikan dengan tepat persona dari market dan jangan asal. Anda harus benar-benar serius menjalankan market survey ini, tidak hanya sekedar tahu umur mereka kemudian tempat tinggal, laki atau wanita. Tidak bisa seperti itu. Jika market survey ini benar-benar dijalankan maka tidak akan ada lagi kebingungan karena produk tidak laku dan menumpuk digudang.

Datangi Market Anda

Setelah Anda telah membuat persona market berdasarkan market survey diatas. Langkah berikutnya adalah datangi orang-orang yang memang persis seperti yang Anda deskripsikan. Harus sesuai dengan persona dari calon pembeli yang sudah Anda buat, tidak bisa random dan asal ada orang yang bisa di wawancara. Karena hasilnya nanti tidak akan maksimal malah mungkin bisa jadi sia-sia.

Kenapa harus bertemu, tidak melalui online seperti lewat Whatsapp, messenger dan aplikasi-aplikasi lain. Karena akan beda hasilnya jika Anda bertemu secara offline dan bertatap muka. Akan ada hal-hal yang tidak bisa bebas di utarakan jika online dan akan leluasa bagi market untuk menjelaskan apa sebenarnya keinginannya, lebih fokus dan lebih ada ikatan jika berbicara langsung.

Anda bisa mengambil sample market dari orang terdekat yang kenal  kemudian mengobrol sambil minum teh atau kopi buat suasana santai untuk berbincang. Dan periksalah, apakah hipotesa Anda di market survey sesuai dengan kondisi market yang sebenarnya. Problem mereka, keinginan mereka apakah sama dengan yang telah Anda buat. 

Jika hipotesa atau ide Anda sesuai dengan market yang sebenarnya coba mulai lempar pertanyaan, "saya ada solusi ini untuk masalah yang dihadapi,kira-kira Anda mau membelinya ?". Jika mereka menolak maka ada yang kurang dari ide Anda dan langsung tanyakan kenapa mereka menolak sehingga Anda punya data tambahan yang bisa Anda olah lagi.

Apabila ini dilakukan dengan banyak orang maka Anda akan menemukan benang merahnya. Ternyata dari orang kesatu sampai kelimapuluh misalnya problemnya itu-itu saja dan solusi yang ingin mereka dapatkan akan terdeteksi dengan sendirinya.

Goal dari market survey ini adalah Anda akan menciptakan produk yang benar-benar bisa menjadi solusi dan laku dipasaran. Karena produk tersebut telah melalui perencanaan yang matang dan sudah mempunyai jawaban dari berbagai macam alasan penolakan sehingga mereka tidak akan menolak untuk membelinya jika sudah kita jual.

Mungkin langkah ini tidak umum dan memakan waktu, tapi lebih baik Anda habiskan waktu untuk menyiapkan produk secara matang dan sangat siap dibanding menghabiskan waktu untuk mencari pembeli dan kebingungan karena penolakan dari pembeli. 

Semoga bermanfaat.




LihatTutupKomentar